Kamis, 05 Februari 2015

KITA

Hai dunia,, hai mentari,, hai langit,, hai penghuni jagat raya, dan hai kehidupanku :)
Rasanya hidup ini begitu menyenangkan. Yah benar, aku akan tetap mensyukuri kehidupanku ini. Aku bahagia dan aku bersyukur utk semuanya..

Tapii dia..? Apakah Dia sama bersyukurnya seperti aku.? 
Dia bercerita banyak kepadaku. Tentang perasaannya, tentang keluh kesahnya, tentang kehidupannya, dan segalanya tentang privasinya tanpa rahasia satu titik pun. Dia yang terlihat bahagia, Dia yang terlihat tertawa tanpa masalah, Dia yang terlihat sempurna tak kekurangan apapun, dan Dia yang selalu berpura-pura untuk segala kebahagiaan yang dibuatnya itu. 

Dia bercerita bahwa hanya Aku yang akan mengerti Dia. Dia bercerita bahwa Aku selalu setia pada Dia. Dan dia berkata bahwa AKU dan DIA itu SATU. AKU yang menjadi HATINYA dan DIA yang menjadi FISIK dan JIWAnya.! Iya, KITA itu sama :) dan hanya KITA yang akan mengerti tentang kehidupan kita yang kelam ini. Semoga ini cepat berakhir. Semoga Hati ini tidak Bosan dan Lelah akan sakit yang dialami. Semoga Hati ini akan tetap menjadi hati dan tidak berubah menjadi Baja atau pun batu. yahh,, Aku harap begituuu,, Aku mencintai mereka selamanya. Mereka kehidupanku, walaupun mereka menghancurkanku.. :)

Senin, 19 Januari 2015

semakinnn..

Kali ini bicara tentang perasaan.! Terkadang aku bingung. Aku seorang mahasiswi keperawatan yang sudah mengetahui apa itu kesehatan, penyakit, dan pengobatan. Bahkan bertemu dengan orang-orang yang memiliki penyakit, orang-orang yang perlu diperhatikan bahkan ada juga dari mereka orang-orang yang sombong. Tapi apa mau dikata. Yah, itulah PERBEDAAN.!
Back to topic again.! PERASAAN. Harusnya sebagai seorang yang sudah sering mendengar cerita-cerita orang banyak itu aku juga bisa seperti mereka. Berbagi keluh kesah dengan orang lain. Tapi pada kenyataannya. hmhmhm, Terbuka itu memang sulit. Aku hanya akan terus memendam.! Sudah terlalu banyak yang ku pendam. Ntah kapan meledaknya aku juga gak tau (seperti gunung merapi aja pake acara meledak). Tapiiiii,,, tau gak, sebenarnya nyeseknya itu nauzubillah. Sumpah.! Tapi mau bilang apa lagi, toh pada akhirnya gadak yang ngerti.! I'm alone.! Gadak orangtua yang selalu menanyakan bagaimana keadaanku, gadak teman yang bertanya apakah aku baik- baik saja dan terlebih semuanya tetap fokus pada apa yang mereka jalani. Aku mengerti kok, Mereka semua kan siuk dan lagi fokus sama pekerjaaan dan tugas masing- masing dan aku disini hanya akan terus memendam. :'(
Adakah seseorang diluar sana yang sama malangnya seperti akuuu..? Sepertinya lambat laun aku akan terserang HEPATOMEGALI karna selalu memendam.! SHIIIIITTTTT..!